Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan anda pun menjadi kerdil.
Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas anda pun melakukan hal-hal penting dan berguna baik bagi diri anda sendiri maupun orang lain.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia dan akhirat. Sementara dunia anda tidak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berpikiran posiif pada diri sendiri agar kita bisa melihat dunia lebih indah dan bertindak selaras sesuai dengan aturan-aturan yang telah diajarkan dalam agama kita.
Kehidupan di dunia ini dalam matematika dapat di misalkan sebatas titik saja. Sedangkan kehidupan akhirat di umpakan sebagai garis. Titik itu tidak memiliki lebar, luas maupun panjang. Titik hanya sebuah bercak noda kecil. Akan tetapi, berawal dari noda kecil ini apabila di kumpulkan maka akan menjadi sebuah garis. Akhirat di umpakan sebuah garis karena garis itu tidak mempuanyai ujung. Jadi seandainya kita sudah memasuki dalam garis, kehidupan kita tidak akan pernah berhenti. Yang perlu menjadi perhatian yaitu bahwa yang menentukan arah garis kita adalah berasal dari sebuah titik kita selama di dunia.
06 August, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
kok tampilane buku aneh ya?
ReplyDelete